Keluhan Saat Berbelanja Online, Fenomena Lumrah

Keluhan Saat Berbelanja Online, Fenomena Lumrah

Keluhan saat berbelanja online adalah hal yang lumrah atau biasa dan ini menjadi salah satu fenomena yang harus dihadapi para pelaku bisnis online. Budaya berbelanja online saat ini telah menjadi tren dikalangan masyarakat Indonesia dalam dua tahun belakangan ini. Entah membeli barang website belanja resmi ataupun lewat dari akun online shop perorangan di beberapa media sosial seperti instagram, Facebook ataupun yang lainnya.

Fenomena ini dicermati oleh Badan Marketing Indonesia (BMI) sebagai Research dalam fenomena online shopping outlook 2015. Menurut paparan dari penelitian BMI, seiring meningkatnya jumlah pelanggan internet di Indonesia. Oleh sebab itu, tidak mengherankan lagi bahwa nilai belanja online disepanjang tahun 2014 bisa mencapai angka Rp. 21 trilium dengan nilai belanja rata-rata per orang dengan per tahunnya mencapai Rp. 825.000,-.

Berikut beberapa keluhan saat berbelanja online.

1. Perbedaan produk di display situs belanja online dengan produk asli saat diterima.

Menariknya, BMI Research pun menangkap sinyal seandainya ada banyak penduduk yang meragukan sistem berbelanja secara online, yang terangkum dalam 4 keluhan penting dalam berbelanja online. Di antaranya yaitu adanya perbedaan spesifikasi dari produk yang ada didisplay dengan produk yang asli beda saat diterima. Argumen ini menempati posisi terbanyak dan pertama di kalangan konsumen, yaitu sebesar 22%.

2. Lamanya pesanan

Setelah itu, masalah dari lamanya penerimaan pesanan barang yang menjadi argumen ke 2 yang lumayan banyak dikeluhkan. Ini mencapai 9 %.

3. Koneksi internet

Masalah koneksi internet yang terjadi saat membuka situs yang terlalu berat dan lama. Selain itu, Versi situs tidak memiliki versi lain yang bisa dibuka pada saat mobile, laptop dan desktop.

4. Isu penipuan

keluhan saat berbelanja online yang terakhir ini memang menjadi kerap menjadi pertanyaan dan ini yang harus diwaspadai dan harus was-was terhadap situs yang tidak miliki kejelasan.

Dari nomor 3 dan 4 ini, masing-masing memiliki nilai sebesar 5 %.

Menyikapi simpulan dari hasil riset yang dikeluarkan dari BMI Research, seperti situs online yang terkenal saat ini Zalora, yang menjadi salah satu situs belanja online yang terbesar di Indonesia yang diulas juga dari tabloidnova. Tahun 2015 yaitu tahun ke 3 Zalora Indonesia yang memasuki industri online retail. Sejak pertama sudah konsisten dalam mengembangkan dan memperbaiki sistem dari pelayanan terhadap pembeli. Kami juga senantiasa siap memberikan pengalaman belanja online yang bisa terbaik, Ucap Afdita Sari selaku Public Relations Manager Zalora Indonesia.

Menyangkut argument soal perincian produk, Afdika memaparkan bahwa dengan cara menyeluruh belanja online sepatutnya dimulai dari banner yang didesain bagus mulai dari katalog, produksi yang difoto dengan baik dan bukan hanya sekedar bagus juga harus ditata sedemikian rupa. Harapannya, dari situ pengguna dapat bergerak untuk mulai sejak pilih jenis produk yang disukai dan tidak merasa dibohongi dengan keadaan orisinalitasnya.

Kekhawatiran soal isu penipuan belanja online dipercayai bakal konsisten ada dan akan terus, jika selama pelaku bisnis online retail masih belum melakukan dan bisa memberikan layanan terbaik dan rasa kenyamanan berbelanja online. Perihal yang terpenting memang adalah terkait dengan keamanan dan kenyamanan layanan pembeli di atas segalanya.